Blog

Meramputisasi2010 mengucapkan selamat Tahun Baru 2015 Bagi yang merayakan

Sabtu, 28 Juni 2014

MEMPERKIRAKAN TINGGI

      Untuk mengetahui tingginya sesuatu, umpamanya sebuah pohon atau rumah, berjalanlah kira-kira sebelas kaki atau apa saja yang dijadikan ukuran dan tempatkanlah disitu sebuah tongkat yang dipegang oleh seseorang. Jalanlah terus sehingga jarak yang ditempuh menjadi duabelas satuan yang telah dipilih menjadi ukuran. Lihatlah dari titik di tanah itu ke atas ke arah pohon tadi. Orang yang kedua itu menggerakkan tangannya ke bawah atau ke atas, sehingga matanya, tangannya, serta puncak pohon itu merupakan satu garis. Ukurlah jarak-jarak dari tanah sampai tangan orang kedua itu. Banyaknya ukuran menunjukan tingginya obyek tadi
SUMBER:
GIF:

Selamat menunaikan ibadah puasa

Jumat, 27 Juni 2014

MEMPERKIRAKAN JARAK

      Jika seseorang hafal akan ukuran tubuhnya sendiri dengan tepat, maka itu merupakan pertolongan besar dalam mengukur sesuatu. Demikian pula adalah berguna untuk membagi-bagi tongkat, yang menunjukkan  satu inch, enam inch, satu kaki dan satu yard. Ini semua dapat diukur dengan pita ukuran dahulu sebelum mempergunakan tongkat itu.
      Memperkirakan jarak perjalanan pada umumnya dilakukan dengan mengetahui berapa lama sudah berjalan dan bagaimana kecepatannya. Misalnya berjalan empat km perjam dan lama berjalan satu setengah jam maka jarak yang ditempuh kurang lebih enam km.
      Jarak juga dapat diperkirakan dengan bunyi. Jika senapang dilepas di tempat yang jauh, dan dihitung banyaknya detik antara cahaya letusan dan bunyi, yang terdengar, dapat kita mengetahui, seberapa jauh senapang itu diledakkan. Bunyi itu memancar dengan kecepatan 330 m per detik atau banyaknya yard sama dengan banyaknya hari dalam satu tahun.
                       Coba amati hal berikut ini:
                       Pada jarak 45 m mulut dan mata seseorang nampak dengan terang. Pada jarak 90 m mata itu kelihatan seperti sebuah titik. Pada jarak 200 yard kancing dan bagian-bagian daripada uniform masih kelihatan. Pada jarak 275 m, muka bisa kelihatan. Pada Jarak 450 m warna uniform dapat diketahui.
                       Untuk Jarak yang lebih dari tersebut diatas, carilah sendiri titik ditengah-tengah kita dan barang itu. Perkirakan berapa jauhnya titik itu, kalikan dua maka dapat diketahui berapa jaraknya.
                       Barang-barang itu kelihatannya lebih dekat daripada sebenarnya andaikata cahaya itu terang dan menyinari obyek itu; bisa melihat melalui air atau salju atau melihat ke atas bukit atau ke bawah, barang-barang itu kelihatannya lebih jauh letaknya; hal itu terjadi apabila melihat melalui jurang; latar belakang sama warnanya; seandainya yang memperkirakan berbaring atau berlutut; apabila ada kabut panas diatas tanah.
MEMPERKIRAKAN LEBAR SUNGAI
                        Untuk memperkirakan lebarnya sungai, perhatikan tanda X umpamanya sebuah pohon atau tonggak pada seberang sungai, sementara kita berdiri pada A. (lihat gambar). Buatlah sudut 90 derajat antara A-X. Kemudian berjalan kira-kira 90 meter di tepi sungai itu. sesudah berjalan 60 meter tanamlah sebuah tongkat atau batu (B). Seandainya sudah sampai C 30 meter dari B dan 90 meter dari titik permulaan A, beloklah dengan membuat sudut 90 derajat, sambil menghitung langkah, sehingga sampai di suatu titik dimana tongkat atau batu B tadi dan pohon di seberang sungai itu merupakan satu garis. Banyaknya langkah: ialah SD, akan menunjukan separohnya dari jarak AX.

SUMBER:
 Meramputisasi2010 mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa
jangan lupa puasa dan teraweh bagi yang melaksanakannya

Rabu, 25 Juni 2014

PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA (EKAPRASETIA PANCAKARSA)



1. SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA
     Dengan sila ketuhanan yang maha esa, bangsa Indonesa menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manusia Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
     Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk-pemeluk agama penganut-penanut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga dapat selalu dibina kerukunan hidup di antaranya sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
     Sadar bahwa agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan Yang Maha Esa yang dipercaya dan diyakininya, maka dikembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan sesuatu agama dan kepercayaannya itu kepada orang lain.

2. SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
     Dengan Sila kemanusiaan yang adil dan Beradab, manusia diakui dan diperlukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajiban -kewajiban asasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkan sikap saling mencintai sesama umat manusia, sikap rasa dan "tepa selira" serta tidak semena-mena terhadap orang lain.
     Kemanusiaan yang Adil dan Beradab berarti menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia akan merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain.

3. SILA PERSATUAN INDONESIA
     Dengan sila Persatuan Indonesia, manusia Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
     Menempatkan kepentingan Negara dan Bangsa di atas kepentingan pribadi, berarti bahwa manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Bangsa dan Negara, apabila diperlukan. Oleh karena sikap rela berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa itu dilandasi oleh rasa cinta kepada Tanah Air dan Bangsanya, maka dikembangkanlah rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
     Persatuan dikembangkan atas dasar Bhinneka Tunggal ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa.

4. SILA KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
     Dengan sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan/Perwakilan, manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan Negara dan kepentingan Masyarakat.
     Karena mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama, maka pada dasarnya tidak boleh ada sesuatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebelum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Keputusan diusahakan secara mufakat. Musyawarah untuk mencapai mufakat ini diliputi oleh semangat kekeluargaan, yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.
     Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimanya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab. Di sini kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan-keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan, yang mengutamakan persatuan dan kesatuan, demi kepentingan bersama.
     Dalam melaksanakannya permusyawaratan, kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayainya.

5. SILA KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
     Dengan sila keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
     Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
     Demikian pula perlu dipupuk sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan agar dapat berdiri sendiri. Dengan sikap yang demikian ia tidak menggunakan hak miliknya untuk usaha-usaha yang bersikap pemerasan terhadap orang lain, juga tidak untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan bergaya hidup mewah serta perbuatan-perbuatan lain yang bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum

Sumber :
GIF:



terima kasih sudah melihat posting ini ya, kalau posting ini bagus share ke teman anda ya
dan jangan lupa komentarnya ya!